ANALISIS KURVA KESEIMBANGAN UMUM ANTAR PASAR

29 04 2010

Penulis: Dr. (Cand) Muhaimin, S. Ag, M. I. S.

Pengantar

Analisis keseimbangan umum menjelaskan keterkaitan keseimbangan yang terjadi di suatu pasar terhadap keseimbangan di pasar-pasar lainnya. Dengan analisis ini kemudian bisa diketahui dampak adanya gangguan keseimbangan (disequilibirium) di suatu pasar terhadap pasar lain. Adanya kenaikan harga input tenaga kerja akan berpengaruh terhadap pasar tenaga kerja dan pasar komoditas, baik komoditas yang yang banyak menggunakan banyak tenaga kerja ataupun yang tidak tidak. Demikian pula, pola analisis keseimbangan umum ini bisa dikembangkan untuk menganalisis keterkaitan keseimbangan yang terjadi antarkomoditas, antarsegmen ataupun antarpasar.

Keseimbangan umum mencerminkan harga dan kuantitas keseimbangan yang terjadi secara simultan pada berbagai pasar. Misalnya tingkat upah Rp. 800.000,- per bulan dengan jumlah tenaga kerja yang diperkerjakan sejumlah 25 juta orang. Keseimbangan ini terkait dengan produksi di setiap pasar komuditas, sandang, pangan, industri pengolahan, dan sebagainya. Jika terjadi perubahan upah misalnya, maka hal ini tidak hanya akan berpengaruh terhadap pasar tenaga kerja, namun juga secara bertahap akan memengaruhi produksi sandang, pangan, barang-barang manufaktur, dan seterusnya.

Dalam analisis dasar pembahasan ini, perlu dipegang beberapa asumsi dasar untuk mempermudah analisis. Asumsi dasar yang dipegang adalah bekerjanya pasar secara sempurna, adanya, yaitu adanya mobilitas input ataupun output secara sempurna, adanya kesempurnaan informasi, dan berlakunya persaingan, yaitu banyaknya penjual dan pembeli yang memiliki kekuatan tawar menawar yang seimbang.

Perhatian utama dalam analisis keseimbangan umum adalah untuk menunjukkan adanya keterkaitan antarpasar. Setiap perubahan di suatu pasar akan memiliki dampak positif dan negatif, secara langsung ataupun tidak langsung terhadap pasar yang lain. Sebagai misal, akibat adanya perubahan pada teknologi komputer, biaya produksi terhadap barang-barang berteknologi tinggi menurun mengikuti adanya penggunaan komputer secara besar-besaran dalam memeproduksi barang tersebut. Hal ini sebaliknya akan berdampak pada kenaikan penawaran. Mekanisme ini biasanya disebut dengan mekanisme transmisi.

Keseimbangan Umum Antarpasar

Analisis keseimbangan umum menganilisis adanya perubahan pada satu pasar terhadap pasar lain. Keseimbangan umum antarpasar menganalisis dampak adanya perubahan keseimbangan di suatu pasar barang terhadap harga dan kuantitas keseimbangan di pasar lain. Dengan demikian, bisa diketahui dampak perubahan di suatu pasar terhadap pangsa di pasar lainnya. Misalkan tahu tempe  menggunakan kedelai impor sebagai bahan baku utama. Keseimbangan parsial pasar tahu tempe dan kedelai impor dapat digambarkan pada gambar 1.1. Asumsikan terdapat perubahan dan peningkatan permintaan tahu tempe dari  DTT1 menuju DTT2. Perubahan ini secara langsung berdampak pada meningkatnya permintaan atas bahan baku, kedelai impor. Permintaan kedelai impor kemudian meningkat dari QKI1 ke QKI2 untuk memenuhi kekurangan permintaan tahu tempe setinggi QTT2 dengan harga PTT2.

Pasar Tahu Tempe                                            Pasar Kedelai Impor

(a)                                                                           (b)

PTT STT SKI

PKI

PTT2

PKI2

PTT1

PKI2

DTT2 DKI2

DTT1 DKI1

QTT1 QTT2 QTT QKI1 QKI2 QKI

Gambar 1.1. Keseimbangan Parsial Pasar

Dengan kesimbangan yang terjadi di pasar kedelai impor, harga keseimbangan adalah PKI dengan jumlah kedelai yang terjual QKI. Di sisi lain, sejumlah kedelai impor ini cukup untuk menghasilkan tahu tempe sejumlah QTT dengan harga tahu tempe PTT.

Misalkan asumsikan terdapat perubahan dalam pengelolaan tahu tempe di mana saat ini tahu tempe bisa diproduksi dengan menggunakan kedelai lokal sebagai pengganti kedelai impor. Gambar 1.2 (a), (b), dan (c) menunjukkan masing-masing pasar kedelai lokal, tahu tempe dan kedelai impor.

Pasar Kedelai Lokal Pasar Tahu Tempe

(a)                                                                        (b)

PKL

SKL1 STT1

PTT

SKL2 STT2

PTT1

PKL1 PTT2

PKL2

DKL DTT

QKL1 QKL2 QKL QTT1   QTT2 QTT

Pasar Kedelai Impor

PKI (c)

SKI

PKI1

PKI2

DKI1

DKI2

QKI2 QKI1 QKI

Gambar 1.2 Keseimbangan Umum Antarpasar

Pada awalnya, pasar kedelai lokal berada pada posisi keseimbangan harga PKL1 dan kuantitas keseimbangan QKL1. Sebagai dampak adanya perbaikan teknik produksi kedelai lokal, secara cepat penawarannya akan meningkat, yang akan ditunjukkan dengan bergesernya kurva penawaran menuju STT2 pada gambar 1.2 (b). Hal ini pada gilirannya akan mendorong harga kedelai lokal turun menuju PKL2 yang memberikan insentif yang lebih tinggi untuk produksi tahu tempe. Sebagai akibatnya, penawaran tahu tempe meningkat dan akan mendorong harga tahu tempe turun menuju PTT2 sebagaimana ditunjukkan pada gambar 1.2 (b). Karena harga tahu tempe turun sedangkan harga kedelai impor konstan, maka industri tahu tempe akan menggunakan kedelai lokal lebih banyak untuk menggantikan kedelai agar bisa menutup harga tahu tempe yang rendah. Hal ini berakibat pada menurunnya permintaan kedelai impor sebagaimana ditunjukkan pada gambar 1.2 (c).


Aksi

Information

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: